Sedikit lelah yang tak terjamah

Dinginnya malam membuat lea masuk ke dalam selimut lebih dalam. Entah apa yang ada di benaknya, bibir nya terus bergumam sambil mengingat kejadian hari ini. Ada sesuatu yang buat lea tak bisa tidur lelap malam ini.
Lea baru saja menyelesaikan perkuliahannya hari ini, setelah sehari penuh di padatkan dengan aktitifitas kampus. Tetapi bukan itu yang membuat lea tidak bisa tidur pulas, melainkan penyebabnya geza. Geza adalah seorang mahasiswa jurusan telekomunikasi yang notabenenya senior lea di kampus. Geza adalah salah satu mahasiswa yang cukup populer di kampus sedangkan lea hanya seorang mahasiswi yang kerjaannya kuliah pulang kuliah pulang. Geza sangat populer di antara mahasiswa dan dosen tak bisa di pungkiri juga geza menjadi idaman mahasiswi di kampus, dan lea salah satunya. Tetapi lea tak bisa berbuat banyak, karena lea bukanlah mahasiswa yang populer di kampus. Lea hanya berani melihat dari jauh sosok seorang geza. Sudah 3 semester berlalu, entah ada angin apa mendadak hari ini geza datang menemui lea, sambil berkata " hii... Kamu lea kan?? Sibuk apa?? " ketika lea melihat ke sumber suara, alangkah kagetnya lea, melihat sosok geza ada di hadapannya.

Sambil salah tingkah lea menjawab " iya saya kak, lagi duduk santai aja. Nunggu dosen belum datang".
Geza " waah boleh saya ganggu waktunya? Kenalkan nama saya geza" sambil menyodorkan tangannya ke arah lea. Lea yang terhentak sambil mikir, siapa juga nggak kenal kamu geza. Lea menyambut tangan geza dengan melepas senyum manis yang di hiasi lubang pipi. "Yaa saya lea kak. Salam kenal" Lea masih berpikir mengapa Geza tiba-tiba menyapa dan mengajaknya berkenalan. Ada hal yang aneh dirasakannya, namun perasaan itu sekejap sirna dan digantikan dengan perasaan senang. Geza cowo populer sejurusan bahkan sefakultas mengenali dirinya yg cuma mahasiswa cupu dan hanya memiliki seorang teman karib.
Obrolan mereka terus berlanjut sampai dosen memecah situasi obrolan yang penuh salah tingkah. Lea meminta izin untuk masuk ke dalam kelas. Mereka pun berpisah dengan perasaan campur aduk.
Malam sudah terlalu larut dan Lea menyadarinya, maka cara ampuh untuk membuatnya terlelap hanya dengan memasangkan headset ditelinganya dan memutar playlist di handphonenya. Lea akhirnya tertidur dengan perasaan gundah.
Hangatnya sinar mentari pagi menerpa wajah Lea yang lesu sejak semalam tak bisa tidur, namun seketika secercah senyum indah terpancar dari wajahnya. Tidak salah lagi, ia sedang melamunkan sapaan geza kemarin. Suara geza masih jelas terngiang ditelinganya, seperti memutar lagu berulang-ulang, ingatannya benar – benar berada pada keadaan maksimal. Bergegas ia meloncat dari tempat tidur dan segera meluncur ke kamar mandi, ia hafal betul kalau pagi ini ia dan geza-senior idamannya kuliah di kelas yang  bersebelahan.
Tidak seperti biasanya, Lea yang tak begitu suka bersolek kali ini mematut diri di cermin besar meja rias miliknya dan mencoba mengoleskan beberapa alat make up ke wajahnya. Setelah perjuangan cukup lama, “not bad”, gumamnya. Ia langsung beralih  ke lemari pakaian dan melihat koleksi baju miliknya yang hanya terdiri dari celana jeans dan kemeja kotak-kotak. Seketika ia ingin sekali membeli pakaian baru hanya untuk kuliah pagi itu, Lea  cukup frustasi sehingga menghamburkan semua isi lemari ke tempat tidur dan akhirnya yang ia kenakan tetap saja jeans dan kemeja kotak-kotak favoritnya.
Dengan senyum terbaiknya Lea menuju ruang makan dimana ayahnya sudah menunggu untuk sarapan seperti biasa. Tak bisa di elakkan lagi, Lea membuat seisi rumah begitu penasaran apa yang membuatnya begitu bersemangat pagi ini. “Ada yang lagi berbunga-bunga nih”, celoteh ayah Lea. “Ah, ayah apaan sih, Lea berangkat dulu ya “, jawabnya singkat.
***
Kampus belum begitu memperlihatkan sibuknya aktivitas mahasiswa seperti biasa. Tepat sekali, Lea datang terlalu cepat. Lea duduk dengan modul Dasar Sistem Komunikasi ditangan kirinya dan mulutnya asik dengan roti selai nanas kesukaannya.Tapi ia tak ambil pusing, ia malah senang karna dapat memilih tempat duduk di sudut kampus yang arahnya tepat menuju pintu masuk, berharap dapat melihat setiap langkah kedatangan pria idamannya.
Setelah menunggu cukup lama, Lea tidak melihat sosok geza muncul sampai waktunya ia masuk ruang kuliah. Pikirannya terus memikirkan kenapa geza tidak datang kuliah pagi ini. Padahal biasanya geza adalah termasuk orang – orang baris depan yang datang ke kampus. Hatinya tak enak, apa terjadi sesuatu pada Geza?
Waktu sudah menunjukkan pukul 9, Lea mengikuti perkuliahan dengan perasaan tidak tenang karena belum melihat geza. Perkuliahan selesai, lea masih dengan perasaan cemas dan sedikit gengsi menghampiri lokal geza. kebetulan di lokal geza ada teman lea yang mengambil mata kuliah sama. 
Sedikit malu lea bertanya pada imam, "mam, tumben sendiri. Biasanya kamu sama geza terus" lea nanya sambil memancing imam tanpa terlalu jelas kalau lea ingin bertanya tentang geza. "Geza lagi bolos kuliah, dia bilang sih sedang mengerjakan sesuatu", mendengar penjelasan temannya barulah lea paham kenapa geza tidak muncul kuliah.

.......... Continue dulu........

Postingan populer dari blog ini

Belajar React Native, lesson 1

HAKIKAT WAWANCARA DALAM PENELITIAN KUALITATIF

Lab 6.2.1 Determining an IP Addressing Scheme